Seleksi Pendidikan Polri 2027, Kapolda Sumsel Tegaskan Integritas dan Tolak Kecurangan

IMG-20261028-WA0008

PALEMBANG, Beritafaktanews.my.id — Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan komitmen mewujudkan seleksi pendidikan pengembangan Polri Tahun Anggaran 2027 yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH). Seluruh peserta, panitia, dan pengawas diingatkan untuk menjunjung tinggi kejujuran serta menolak segala bentuk kecurangan.

 

Komitmen tersebut ditegaskan melalui pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas seleksi pendidikan pengembangan Polri yang diikuti jajaran Polda Sumsel secara daring melalui konferensi video, Selasa (27/10/2026).

 

Kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai II Gedung Presisi Mapolda Sumsel. Secara nasional, kegiatan dipimpin Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol. Deni Dharmapala, S.H., S.I.K., M.H., melalui Zoom dan diikuti jajaran Polda di seluruh Indonesia.

 

Di Mapolda Sumsel, kegiatan dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Irwansyah, S.I.K., M.H., C.L.A.; Irwasda Kombes Pol. Iwan Sonjaya, S.I.K.; Karo SDM Kombes Pol. Anissullah M. Ridha, S.I.K., S.H., M.H., M.M.; pengawas internal dari Itwasda dan Bidpropam; serta para peserta seleksi.

 

### Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

 

Dalam arahannya, Irjen Pol. Deni Dharmapala menegaskan bahwa pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kehormatan institusi dan kredibilitas proses seleksi pendidikan Polri.

 

Seluruh pihak yang terlibat diminta memegang teguh komitmen yang telah diikrarkan serta menjalankan setiap tahapan seleksi sesuai ketentuan.

 

Prinsip BETAH harus menjadi pedoman agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang adil berdasarkan kemampuan dan kompetensi masing-masing. Peserta juga diingatkan mempersiapkan diri secara maksimal, mematuhi peraturan, dan menghindari segala bentuk kecurangan.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah serta penandatanganan pakta integritas oleh panitia dan peserta seleksi di lingkungan Polda Sumsel.

 

### Kapolda Tekankan Kepercayaan Publik

 

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana Tarigan, S.I.K., M.T.C.P., melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pakta integritas menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalitas dan objektivitas seleksi.

 

Menurut Kapolda, integritas merupakan fondasi untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, termasuk dalam proses penyiapan personel yang akan mengikuti pendidikan pengembangan.

 

“Bapak Kapolda Sumsel menegaskan bahwa pakta integritas bukan hanya sebatas dokumen atau formalitas, tetapi merupakan komitmen moral yang harus dipegang teguh oleh seluruh panitia, pengawas, dan peserta seleksi. Integritas harus menjadi landasan utama dalam setiap tahapan seleksi,” ujar Nandang.

 

Ia mengingatkan peserta agar mengandalkan kemampuan diri sendiri dan meraih hasil melalui persiapan yang sungguh-sungguh serta sesuai aturan.

 

“Kami mengimbau seluruh peserta agar mempersiapkan diri dengan maksimal, menaati ketentuan yang berlaku, serta menjunjung tinggi kejujuran. Begitu pula dengan panitia dan pengawas, agar menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab sehingga proses seleksi dapat berlangsung secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” lanjutnya.

 

### Sebanyak 28 Personel Ikuti Seleksi

 

Berdasarkan data yang disampaikan Polda Sumsel, sebanyak 28 personel tercatat mengikuti seleksi pendidikan pengembangan Polri Tahun Anggaran 2027 pada sejumlah program pendidikan.

 

Rinciannya, seleksi pendidikan pengembangan kepemimpinan tinggi (Dikbangpimti) meliputi dua peserta pria untuk Sespimti Polri dan satu peserta pria untuk P4N Lemhannas RI. Sementara itu, peserta PKN Tingkat I tercatat nihil.

 

Pada jenjang pendidikan pengembangan menengah (Dikbangmen), seleksi Sespimmen Polri diikuti 22 peserta, terdiri atas 17 pria dan lima wanita. Adapun PKN Tingkat II diikuti satu peserta pria, sedangkan SPPK tidak memiliki peserta.

 

Untuk seleksi Sespimma Polri, tercatat dua peserta, masing-masing satu pria dan satu wanita.

 

Secara keseluruhan, komposisi tersebut terdiri atas 23 peserta pria dan lima peserta wanita.

 

Program pendidikan yang tercakup dalam seleksi tersebut antara lain Sespimti Polri Dikreg ke-38 dan ke-39, P4N Lemhannas RI angkatan LXXI dan LXXII, PKN Tingkat I LAN RI, Sespimmen Polri Dikreg ke-68 dan ke-69, SPPK Angkatan ke-5, PKN Tingkat II LAN RI, serta Sespimma Polri Angkatan ke-77 dan ke-78.

 

Keikutsertaan personel dalam program-program tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan kompetensi, kapasitas profesional, dan kepemimpinan di lingkungan kepolisian.

 

### Siapkan Calon Pemimpin Polri Berintegritas

 

Nandang menambahkan, seleksi pendidikan pengembangan yang dilaksanakan secara berintegritas diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia Polri yang unggul, berkarakter, dan memiliki kemampuan kepemimpinan sesuai tantangan tugas kepolisian.

 

Proses seleksi yang objektif diperlukan agar personel yang terpilih memenuhi persyaratan serta memiliki kapasitas untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

 

“Melalui proses seleksi yang berintegritas, diharapkan lahir calon-calon pemimpin Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi,” tutup Nandang.

 

Polda Sumsel berharap seluruh rangkaian seleksi pendidikan pengembangan Polri Tahun Anggaran 2027 berjalan sesuai prinsip BETAH. Komitmen peserta, panitia, dan pengawas dinilai penting untuk menjaga kredibilitas seleksi sekaligus mendukung penyiapan calon pemimpin Polri yang profesional dan bertanggung jawab.

 

Pimpinan Redaksi : H.Darwis Akbar SH.MM (Red)