Jeritan Rakyat di Balik Kebun Sawit: Ketapang Butuh Pemimpin Berani, Bukan Sekadar Janji!

IMG-20261012-WA0057

KETAPANG, KALBAR Beritafaktanews.my.id — Sampai kapan hak-hak rakyat kecil ditumbalkan demi karpet merah investor? Di saat rakyat di pelosok Ketapang terus berjuang mempertahankan tanah dan ruang hidup mereka, publik disuguhkan pemandangan kontras dari Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

 

Di sana, Bupati Jaya S. Monong membuktikan bahwa kekuasaan ada untuk membela rakyat. Tanpa ragu, ia pasang badan dan menindak tegas korporasi sawit nakal yang mengangkangi aturan. Keberanian itu kini membakar kesadaran masyarakat Kalimantan Barat: jika Gunung Mas bisa, mengapa Ketapang tidak?

 

Di Kabupaten Ketapang, ketimpangan hukum seolah menjadi makanan sehari-hari. Hukum tajam mengiris rakyat kecil, namun mendadak tumpul dan lemas ketika berhadapan dengan raksasa modal.

 

Sorotan tajam pun mengarah langsung ke Pendopo Bupati Ketapang. Akademisi putra daerah Ketapang menyuarakan keprihatinan mendalam yang mewakili jeritan hati nurani publik:

 

“Rakyat Ketapang tidak butuh retorika manis! Kami menanti ketegasan nyata dari Bupati Alexander Wilyo. Beranikah beliau berdiri tegak membela hak rakyat yang tertindas, atau justru membiarkan keberanian itu ciut di hadapan penguasa modal?” tegas sang akademisi Senin(12/10/2026).

 

Ini bukan tuduhan untuk mengusir investasi, melainkan panggilan jiwa untuk menegakkan keadilan. Pembangunan sejati tidak boleh dibangun di atas tetesan air mata dan penderitaan warga.

 

Bupati Ketapang kini ditantang untuk membuktikan komitmen kepemimpinannya. Rakyat menagih janji agar Ketapang benar-benar menjadi rumah yang nyaman, maju, dan mandiri—sebuah daerah di mana rakyatnya menjadi tuan di tanah sendiri, bukan pekerja yang terhimpit dan tersandera oleh kepentingan korporasi.

 

Masyarakat Ketapang tidak lagi bisa dibungkam dengan imbauan untuk “terus bersabar”. Rakyat sedang menguji nurani dan ketegasan pemerintah daerah: Di pihak manakah Pemkab Ketapang berdiri? Bersama rakyat yang menanti keadilan, atau bertekuk lutut di bawah ketiak oligarki?

 

Masa depan Ketapang sedang dipertaruhkan, dan rakyat tidak akan berhenti menagih bukti!( Tim/Red)