IMG-20260917-WA0014

PALEMBANG, beritafaktanews.my.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui Kertapati Port terus memperkuat kepedulian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya warga Kecamatan Kertapati, Palembang.

 

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan, skrining dini, edukasi kesehatan, hingga pemberian dukungan gizi bagi ibu hamil dan balita. Kegiatan digelar di lingkungan Masjid Ki Marogan, Kertapati, Kamis (17/9/2026), bekerja sama dengan Puskesmas Kertapati.

 

Program menyasar masyarakat di wilayah ring I operasional PTBA, terutama ibu hamil, balita, dan lanjut usia (lansia). Selain pemeriksaan kesehatan, warga juga mendapatkan edukasi serta pembagian masker.

 

Untuk mendukung pemenuhan gizi, PTBA memberikan susu dan telur kepada ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) selama tiga bulan. Sementara balita mendapatkan dukungan telur selama tiga bulan sebagai bagian dari upaya membantu pemenuhan kebutuhan gizi dan pencegahan stunting.

 

HR, Legal and Public Relations Section Head PTBA Kertapati Port, Choidir Wajdi, mengatakan kesehatan ibu dan anak membutuhkan perhatian yang dilakukan secara berkelanjutan.

 

Menurutnya, pemenuhan gizi harus berjalan beriringan dengan pemeriksaan kesehatan, edukasi, pemantauan pertumbuhan, serta pendampingan.

 

«“Salah satu perhatian utama kita adalah kesehatan ibu dan anak, terutama ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis atau KEK, serta anak balita yang mengalami atau berisiko mengalami stunting,” ujar Choidir.»

 

Ia menjelaskan, masa kehamilan membutuhkan kecukupan energi dan zat gizi untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

 

Karena itu, dukungan kepada ibu hamil tidak hanya sebatas pemberian bahan pangan, tetapi juga perlu disertai pemeriksaan kehamilan secara rutin serta pendampingan dari keluarga dan tenaga kesehatan.

 

Hal serupa, lanjut Choidir, juga berlaku bagi balita. Pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh melalui pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin.

 

«“Keberhasilan program kesehatan tidak dapat dicapai hanya melalui kegiatan satu hari. Diperlukan kesinambungan, pendampingan, pemantauan, serta kerja sama dari berbagai pihak,” katanya.»

 

Selain dukungan gizi, kegiatan tersebut juga menyediakan skrining kesehatan awal bagi masyarakat. Choidir mengimbau warga agar tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

 

«“Rujukan bukan berarti sesuatu yang menakutkan. Rujukan merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujarnya.»

 

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Kertapati Ardi Geopani, S.STP., yang mewakili Camat Kertapati Rifandi Putra, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan PTBA bersama Puskesmas Kertapati.

 

Ia berharap pemeriksaan dan pendampingan kesehatan dapat dilakukan secara rutin sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

 

«“Terima kasih kepada PTBA atas kegiatan pengecekan dan pendampingan kesehatan bagi masyarakat yang ada di sekitar wilayah Masjid Ki Marogan Kertapati,” ujar Ardi.»

 

Menurutnya, sinergi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperkuat upaya peningkatan kesehatan warga.

 

Ardi menyebut masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap perhatian terhadap kesehatan warga di sekitar wilayah operasional PTBA terus berlanjut.

 

«“Kami harapkan kegiatan ini rutin diadakan di sini. Masyarakat tentu sangat membutuhkan perhatian seperti ini,” katanya.»

 

Salah seorang warga Kertapati juga mengapresiasi program kesehatan PTBA Kertapati Port yang dinilai memberikan manfaat langsung, khususnya melalui pemeriksaan kesehatan dan dukungan pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita.

 

«“Program seperti ini sangat membantu warga. Selain mendapat pemeriksaan kesehatan, kami juga mendapat dukungan gizi untuk ibu dan anak. Kami berharap program PTBA ini dapat terus berlanjut,” pungkasnya.»

 

PTBA berharap kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dukungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, pemenuhan gizi ibu dan anak, serta deteksi dini risiko kesehatan masyarakat di wilayah Kertapati, Palembang.

 

(Red)