Lapas Kelas IIB Lubuk Basung Gelar Pelatihan Tata Boga, Bekali Warga Binaan Keterampilan Membuat Roti dan Kue

IMG-20261022-WA0034

LUBUK BASUNG, AGAM Beritafaktanews.my.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui program pelatihan keterampilan tata boga, khususnya pembuatan roti dan kue berbahan adonan beragi maupun non-ragi.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang bertujuan membekali peserta dengan keterampilan produktif sebagai modal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Program pelatihan tersebut dilaksanakan melalui skema Tailor Made Training (TMT), dengan mengombinasikan penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan berbagai jenis roti dan kue.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat pendampingan dari Kasubsi Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Wira Sri Wahyuni, bersama Eri. Setiap paket pelatihan diikuti oleh 16 orang warga binaan yang memenuhi persyaratan, termasuk kesediaan mengikuti kegiatan dan ketentuan terkait masa pidana yang telah dijalani.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu memahami teknik dasar pengolahan bahan, pembuatan adonan, penggunaan ragi, serta proses pembuatan roti dan kue yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, IP, S.H., terus mendorong pengembangan kompetensi warga binaan melalui berbagai program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha mandiri.

Selain pelatihan tata boga, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung juga menyelenggarakan berbagai program pembinaan kemandirian lainnya, seperti pelatihan pengelasan, laundry, menjahit, pangkas rambut, dan pembuatan pot bunga.

Pembinaan juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan melalui kegiatan budidaya ayam dan itik petelur serta pengembangan budidaya ikan air tawar.

Beragam program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan agar mampu mengembangkan potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri untuk kembali berbaur dengan masyarakat.

Diharapkan, pelatihan tata boga ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk merintis usaha di bidang kuliner setelah bebas nanti.

Dengan demikian, program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIB Lubuk Basung diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang produktif di tengah masyarakat.

(Citra Jaya)