Basaria Panjaitan, Jenderal Polwan yang Menembus Puncak KPK

IMG-20260914-WA0007

JAKARTA, beritafaktanews.my.id — Nama Irjen Pol. (Purn.) Basaria Panjaitan, S.H., M.H. tercatat dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia. Ia menjadi perempuan pertama yang terpilih sebagai pimpinan sekaligus Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode 2015–2019.

 

Lahir pada 20 Desember 1957, Basaria merupakan perempuan berdarah Batak yang meniti karier panjang di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Jayabaya dan Universitas Indonesia sebelum mengabdikan diri dalam Korps Bhayangkara.

 

Karier Basaria di kepolisian terbilang cemerlang. Ia mencapai pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), atau jenderal bintang dua. Berbagai posisi strategis pernah dipercayakan kepadanya, terutama yang berkaitan dengan bidang reserse dan hukum. Pengalamannya sebagai penyidik menjadi salah satu modal penting ketika mengikuti proses seleksi calon pimpinan KPK.

 

Di KPK, Basaria menghadapi tantangan yang tidak ringan. Sebagai salah satu pimpinan lembaga antirasuah, ia turut mengawal agenda pemberantasan korupsi melalui dua pendekatan utama, yakni pencegahan dan penindakan. Pengalaman panjang di bidang penegakan hukum menjadi bekal dalam menghadapi kompleksitas perkara korupsi.

 

Perjalanan Basaria menuju kursi pimpinan KPK juga berlangsung di tengah dinamika dan sorotan berbagai pihak. Namun, ia berhasil memperoleh dukungan dalam proses pemilihan di DPR dan kemudian resmi menjadi bagian dari jajaran pimpinan KPK periode 2015–2019.

 

Kehadiran Basaria menjadi penanda penting bagi keterlibatan perempuan dalam institusi penegakan hukum di tingkat nasional. Rekam jejaknya menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya mampu menempati posisi strategis di kepolisian, tetapi juga dapat dipercaya memimpin lembaga yang memiliki mandat besar dalam pemberantasan korupsi.

 

Dengan pengalaman sebagai polisi, penyidik, sekaligus pimpinan KPK, Basaria Panjaitan menjadi salah satu figur perempuan yang perjalanan kariernya merepresentasikan keteguhan, profesionalisme, dan keberanian menembus dominasi laki-laki dalam dunia penegakan hukum Indonesia. (Red)