BIDIKSIBA PTBA Antar Tiga Anak Keluarga Sederhana Raih Pendidikan Tinggi

IMG-20261021-WA0001

TANJUNG ENIM, Beritafaktanews.my.id — Keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih masa depan. Hal itu dibuktikan Fahrezi Al Ghifahri, Novendri, dan Shangriella Andika Chandra Kirana, tiga wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi berkat program Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa Sekitar Bukit Asam (BIDIKSIBA) yang digagas PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID.

 

Ketiganya memiliki latar belakang keluarga dan perjuangan yang berbeda. Namun, mereka dipertemukan oleh satu hal, yakni tekad untuk mengenyam pendidikan tinggi demi memperbaiki masa depan keluarga.

 

Fahrezi Al Ghifahri, pemuda asal Tanjung Enim, sempat mengubur impiannya untuk melanjutkan pendidikan ketika ayahnya didiagnosis menderita kanker usus stadium akhir. Kondisi tersebut membuatnya menghadapi dilema antara melanjutkan pendidikan dan keadaan ekonomi keluarga.

 

Harapan kembali terbuka setelah ia mendapatkan kesempatan melalui program BIDIKSIBA. Fahrezi kemudian menempuh pendidikan Teknik Mesin di Politeknik Negeri Malang dan berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu.

 

Kini, ia bercita-cita meniti karier sebagai maintenance and reliability engineer di sektor manufaktur.

 

“Dari hari itulah semua mimpi saya berasa nyata untuk digapai,” kenang Fahrezi.

 

Perjuangan serupa dijalani Novendri, putra seorang pedagang sembako asal Kabupaten Lahat. Ia menjadi anak pertama di keluarganya yang berhasil menempuh pendidikan tinggi.

 

Dukungan BIDIKSIBA, termasuk fasilitas laptop, membantunya mengembangkan kemampuan dan minat di bidang teknologi serta robotika.

 

Novendri berhasil menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Manajemen Informatika, Politeknik Negeri Sriwijaya, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,90 dan predikat cumlaude.

 

Setelah lulus, ia bertekad menjadi programmer profesional sekaligus membuka lapangan kerja agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

 

Sementara itu, Shangriella Andika Chandra Kirana, yang akrab disapa Riella, tumbuh dalam keluarga dengan orang tua tunggal. Di tengah keterbatasan tersebut, dukungan BIDIKSIBA menjadi salah satu faktor penting yang membantunya menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Budidaya Tanaman Pangan, Politeknik Negeri Lampung.

 

Tak hanya berhasil menuntaskan studinya, Riella juga meraih predikat mahasiswa berprestasi.

 

Ke depan, ia ingin melanjutkan pendidikan sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan sektor pertanian di Sumatera. Ia berharap dapat mendorong pengelolaan lahan produktif dan pemberdayaan komunitas petani agar sektor pertanian mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

 

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan, pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

 

Melalui BIDIKSIBA, PTBA berupaya memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan agar mereka memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

“Perusahaan meyakini bahwa investasi pada pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Melalui BIDIKSIBA, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Bambang Ismawan.

 

Keberhasilan Fahrezi, Novendri, dan Riella menjadi gambaran bahwa akses pendidikan yang memadai dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk mengubah masa depan mereka.

 

Bagi ketiganya, wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk mewujudkan cita-cita, membanggakan keluarga, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Riella pun menyampaikan pesan kepada para penerima BIDIKSIBA berikutnya agar tetap bersemangat menjalani proses pendidikan.

 

“Saat ini kamu sedang proses mengangkat derajat keluarga di mata dunia,” pesannya.

 

Bagi PTBA, keberhasilan para wisudawan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia.

 

Sebab, ketika pendidikan membuka kesempatan bagi satu generasi, harapan baru turut tumbuh bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.Jika diperlukan, berita ini juga dapat dibuat dalam versi lebih tajam dengan judul human interest, atau versi siaran pers perusahaan yang lebih ringkas untuk halaman ekonomi dan bisnis.

 

(Red)