PTBA Bidik 20 Persen Pendapatan dari Hilirisasi Batu Bara dan Bisnis Hijau

IMG-20260914-WA0005

JAKARTA, beritafaktanews.my.id — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperluas bisnis hilirisasi batu bara. Setelah mengembangkan pemanfaatan batu bara sebagai bahan baku energi melalui skema coal-to-energy, perseroan kini menyiapkan langkah lanjutan dengan mengolah batu bara menjadi bahan kimia atau coal-to-chemicals.

 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Umi Linda Sari, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan mengembangkan bisnis berbasis kompetensi inti di sektor batu bara.

 

“Kalau sekarang kami baru fokus pada bisnis batu bara secara konvensional dan sudah mulai masuk ke coal-to-energy, ke depannya kami sudah masuk ke coal-to-chemicals,” ujar Umi dalam paparan publik baru-baru ini.

 

Salah satu produk yang diproyeksikan dihasilkan dari konversi batu bara tersebut adalah kalium humat. Pengembangan produk kimia berbasis batu bara itu diharapkan dapat membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus menopang rencana PTBA masuk lebih jauh ke segmen reklamasi dan rehabilitasi lahan.

 

Tak hanya mengembangkan pengolahan batu bara, anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID tersebut juga memperluas portofolio usaha melalui bisnis non-batu bara berbasis hijau serta hilirisasi.

 

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, mengatakan perseroan tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis yang ditargetkan mulai terealisasi dalam dua hingga empat tahun ke depan.

 

“Kami mempunyai target dalam tiga sampai empat tahun ke depan segmen non-batu bara atau turunan batu bara sudah bisa menghasilkan pendapatan sekitar 20 persen dari total pendapatan perusahaan,” kata Turino.

 

Kontribusi bisnis non-batu bara dan produk turunan batu bara tersebut diproyeksikan terus meningkat secara bertahap seiring dengan perkembangan sejumlah proyek yang tengah disiapkan. Saat ini, portofolio bisnis non-batu bara PTBA masih berada di bawah 3 persen.

 

Turino menambahkan, PTBA juga tengah menyusun peta jalan atau roadmap dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP). Melalui strategi tersebut, perseroan menargetkan sekitar 20 persen pendapatan PTBA nantinya berasal dari sektor hijau dan hilirisasi batu bara.

 

“Jadi perlahan pendapatan itu akan meningkat sesuai dengan pertumbuhan yang kami perkirakan ke depan. Batu bara akan terkonversi menjadi bahan kimia dan energi yang lain,” tutur Turino.

 

Strategi tersebut menandai upaya PTBA mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batu bara konvensional sekaligus membangun sumber pendapatan baru melalui hilirisasi dan pengembangan bisnis hijau.

 

(Red)