Kebakaran Hutan di Desa Soalaipo Meluas, PT. SDA (Antam Grup) Gaet Personil Brigif TP 28/BF Melakukan Pemadaman Darurat
HALMAHERA TIMUR – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Desa Soalaipoh, Kecamatan Kota Maba, Halmahera Timur. Kobaran api yang terus membesar dan meluas memicu kekhawatiran warga sekitar, mengingat lokasinya yang kian mendekati kawasan pemukiman penduduk.
Kondisi darurat ini mendorong penanganan cepat dari berbagai pihak agar titik api tidak makin tak terkendali. Mengingat medan di lapangan yang cukup berat dan pergerakan angin yang kencang, upaya pemadaman membutuhkan strategi khusus serta koordinasi yang ketat.
Informasi mendesak mengenai meluasnya titik api ini pertama kali disampaikan oleh Nirwan Hi Kader. Berdasarkan pemantauan di lapangan, eskalasi kebakaran dinilai sudah mencapai tahap yang membutuhkan bantuan tenaga eksternal secara intensif.
Keterbatasan sarana prasarana serta jumlah personil tim pemadam internal di lokasi menjadi kendala utama saat ini. Tanpa adanya tambahan armada dan personil, proses penyekatan jalur api di perimeter luar sulit dilakukan secara maksimal.
Merespons situasi krisis tersebut, tim CSR PT SDA melayangkan surat permohonan resmi kepada pihak militer setempat pada Selasa, 25 Agustus 2026. Surat bernomor 082502/CSR-SDA/VIII/2026 tersebut dikirim langsung dari Wayafli menuju markas tentara di Maba.
Permohonan bantuan tersebut ditujukan secara khusus kepada Komandan Brigif TP 28/BF. Pihak perusahaan berharap satuan TNI dapat menurunkan prajurit terlatih untuk memperkuat barisan tim pemadam yang sedang berjuang di lapangan.
Dalam surat resminya, tim CSR PT SDA mengajukan permohonan dukungan personil sebanyak 20 prajurit TNI. Kehadiran personil terlatih dari jajaran Brigif TP 28/BF dinilai sangat vital untuk mempercepat pembuatan sekat bakar guna memutus perambatan api.
Aksi pemadaman gabungan ini dirancang berlangsung selama dua hari penuh, yaitu pada hari Rabu dan Kamis, 26–27 Agustus 2026. Operasi penanggulangan bencana ini dimulai sejak pukul 08.00 WIT hingga kondisi di lapangan benar-benar dinyatakan kondusif.

Fokus utama dari operasi bersama ini adalah melokalisir titik-titik api utama yang berpotensi menerobos benteng pertahanan warga. Kerja sama ini diharapkan mampu menekan penyebaran asap tebal yang mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.
Sinergi antara perusahaan melalui program CSR, pemerintah daerah, dan unsur TNI dari Brigif TP 28/BF menjadi kunci utama dalam menangani bencana ekologis ini. Semua pihak diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga selama proses pemadaman berlangsung.
