Jangan Jual Nama Saya!” Wabup OKI Bantah Titip Wali Asuh SRT 1

IMG-20260913-WA0011

OKI, beritafaktanews.my.id — Dugaan penggunaan nama pejabat daerah untuk memperoleh legitimasi di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kecamatan Teluk Gelam, menjadi sorotan.

 

Seorang wali asuh berinisial P disebut beberapa kali mengaku memiliki kedekatan dengan Wakil Bupati OKI, Supriyanto. Bahkan, P disebut pernah mengklaim dirinya sebagai “orangnya Wakil Bupati”.

 

Informasi tersebut disampaikan sejumlah wali asuh di lingkungan SRT 1 OKI kepada media ini, Sabtu (12/9/2026). Mereka mengaku pernah mendengar P menyampaikan bahwa keberadaannya di SRT berkaitan dengan dukungan atau rekomendasi Wakil Bupati OKI.

 

Salah seorang wali asuh yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, pernyataan tersebut disebut beberapa kali muncul dalam percakapan antarsesama wali asuh.

 

“Kami sering berkumpul sesama wali asuh ketika ada waktu luang. Dia (P) sering menyebut dengan bangga bahwa bekerja di SRT ini dengan dukungan Bapak Wakil Bupati (Supriyanto). Kami merasa heran karena hampir setiap ngobrol hal itu disebut,” ungkap sumber tersebut.

 

Keterangan senada disampaikan wali asuh lainnya. Dalam percakapan yang diterima media ini, bahkan muncul pertanyaan mengenai kebenaran informasi bahwa P ditempatkan di SRT 1 OKI atas rekomendasi atau titipan Wakil Bupati.

 

“Pak, apakah benar dia (P) dimasukkan oleh Bapak Wakil Bupati ya?” demikian salah satu bagian percakapan tersebut.

 

Persoalan Video Anak di Asrama

 

Selain dugaan membawa-bawa nama pejabat, P juga disorot terkait pengiriman video kondisi anak di asrama kepada salah seorang orang tua.

 

Menurut keterangan sumber, persoalan bermula ketika seorang orang tua meminta video mengenai kondisi anaknya kepada P. Permintaan tersebut kemudian dipenuhi dengan mengirimkan video yang memperlihatkan sejumlah anak sedang beristirahat di asrama.

 

Sumber mempertanyakan prosedur pengambilan serta penyebarluasan video tersebut, terlebih karena dalam rekaman disebut terdapat anak-anak yang sedang beristirahat dalam kondisi pakaian yang dinilai tidak pantas untuk disebarluaskan.

 

“Kemarin sempat buat gaduh. Ada orang tua yang menghubunginya (P) minta video anaknya. Dia kirim video pas anak-anak tidur. Kami saja tidak berani kirim video kalau anak-anak dalam kondisi seperti itu (hanya memakai baju dalam),” ungkapnya.

 

Sumber lainnya meminta agar persoalan tersebut tidak langsung ditindak secara tergesa-gesa, melainkan terlebih dahulu dilakukan pemantauan.

 

“Jadi mungkin saat ini jangan dulu, Pak, berikan tindakan. Kasih waktu dulu saja, lihat dalam satu bulan ini. Kalau masih dia (P) bikin ulah, Bapak berhak memanggil anak itu, karena selalu menjual nama Pak Wabup,” ujarnya.

 

Menurut sumber tersebut, sejumlah wali asuh mengaku berada dalam posisi serba salah karena khawatir persoalan tersebut justru berujung pada penggunaan nama Wakil Bupati.

 

“Jadi kadang kami juga bingung menanggapinya, takut kita yang kena masalah, misalnya dia mengadu ke Wabup,” terang wali asuh lainnya.

 

Wabup: Jangan Jual Nama Saya

 

Menanggapi informasi tersebut, Wakil Bupati OKI Supriyanto secara tegas membantah pernah menitipkan atau memasukkan wali asuh ke Sekolah Rakyat OKI.

 

“Seingat saya tidak ada, Mas. Saya pribadi serta atas nama Wakil Bupati tidak pernah menitipkan seorang wali asuh di Sekolah Rakyat OKI,” kata Supriyanto.

 

Supriyanto juga meminta agar namanya tidak digunakan untuk kepentingan pribadi oleh pihak mana pun.

 

“Pokoknya tolong disampaikan, janganlah menjual nama saya,” tegasnya.

 

Kepala SRT Apresiasi Informasi

 

Sementara itu, Kepala SRT 1 OKI, Devi Mardiyanti, M.Pd., mengapresiasi informasi yang disampaikan media dan menyatakan pihaknya akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

 

“Terima kasih atas informasi yang disampaikan dan sangat mengapresiasinya. Karena kami memang belum mendapat informasi sebelumnya,” kata Devi.

 

Menurutnya, informasi tersebut menjadi masukan bagi pengelola SRT untuk kembali mengingatkan seluruh unsur yang berada di lingkungan sekolah mengenai pentingnya menjaga privasi dan kondisi psikologis anak.

 

“Kami sangat terbantu dengan informasi yang disampaikan. Dengan bekal ini juga akan kami jadikan sebagai upaya menerima masukan untuk mengingatkan semua di Sekolah Rakyat OKI,” ujarnya.

 

Devi menambahkan, pihak SRT sebelumnya juga telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada wali asuh, wali asrama, maupun tenaga kependidikan (Tendik) agar menjaga privasi anak.

 

“Dimana sebelumnya sering kami lakukan sosialisasi kepada warga di SR, baik wali asuh, wali asrama maupun tenaga kependidikan (Tendik), untuk selalu menjaga privasi dan juga mental anak-anak,” jelasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, dugaan mengenai P yang disebut-sebut menggunakan nama Wakil Bupati OKI tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang bersangkutan. Media ini juga tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi P apabila terdapat keterangan yang perlu diluruskan.

 

(R01-R12-Red)