Kabut Asap Memburuk, Kualitas Udara Palembang Masuk Level Berbahaya
PALEMBANG, beritafaktanews.my.id – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, sempat berada pada level berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikulat halus (PM2.5). Kondisi ini dipengaruhi kabut asap yang salah satunya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara hingga Kamis pagi masuk kategori hitam atau berbahaya bagi kesehatan.
Data BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang pada Kamis (17/9) pukul 04.00 WIB mencapai 681,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
“PM2.5 merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 mikrometer,” kata Wandayantolis di Palembang.
Menurutnya, pengukuran konsentrasi PM2.5 dilakukan menggunakan metode Beta Attenuation Monitoring (BAM) dengan satuan mikrogram per meter kubik.
Tingginya konsentrasi partikulat tersebut, lanjut dia, salah satunya dipengaruhi asap karhutla yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera Selatan dan terbawa masuk ke wilayah Kota Palembang.
Namun, kondisi kualitas udara mengalami perbaikan pada siang hari. Pada pukul 15.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat turun menjadi 79,4 µg/m³.
Meski terjadi penurunan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika kualitas udara kembali memburuk.
Wandayantolis mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan.
“Jika terpaksa harus ke luar rumah, sebaiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata,” ujarnya.
Masyarakat juga diimbau memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi paparan asap apabila konsentrasi partikulat kembali meningkat.
(Red)
